Peranan Pasar Tradisional di Masa Kini
Di
tengah semakin menjamurnya pasar modern saat ini, pasar tradisional masih
mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu pondasi perekonomian
masyarakat. Banyak masyarakat yang masih membutuhkan pasar tradisional dalam
mencari pendapatan dan juga kebutuhan dalam transaksi jual beli.
Pesatnya pembangunan pasar modern
dirasakan oleh banyak pihak berdampak terhadap keberadaan pasar tradisional. Dengan
sarana dan prasarana yang dinilai jauh
lebih baik dibandingkan pasar tradisional, membuat masyarakat
berbondong-bondong beralih ke pasar modern, terutama golongan menengah ke atas.
Meskipun harga yang ditawarkan pasar modern biasanya relatif lebih mahal
daripada harga yang ditawarkan di pasar tradisional, masyarakat tetap lebih
memilih pasar modern dikarenakan alasan kebersihan dan kualitas barang serta
pelayanan yang nyaman dibandingkan pasar tradisional yang identik dengan kesan
becek dan kumuh.
Jika
dilihat dari sisi nilai budaya, pasar tradisional lebih memiliki nilai-nilai
dan kearifan lokal daripada pasar modern. Di pasar tradisional, pembeli bisa
melakukan tawar menawar kepada para penjual yang sering diselingi dengan
percakapan lain yang menambah aroma kekeluargaan dalam proses jual beli ini.
Untuk sesama pedagang sendiri, jika ada pelanggan yang menginginkan barang
tertentu tetapi keberadaan stock yang sudah habis, sesama penjual bahkan bisa
meminjam barang yang di inginkan pelanggan tanpa ada rasa iri ataupun dengki.
Nilai-nilai kearifan lokal ini tak bisa kita temukan di pasar modern, dimana
pasar model seperti ini tidak memberikan kepuasan nilai budaya kepada para
pelaku ekonomi tersebut. Mereka hanya datang, memilih, membayarkan uang mereka kepada
kasir, dan pulang. Tanpa ada interaksi lebih dalam lagi antara sesama pembeli
atau penjualnya. Faktanya, senyuman para karyawan dan kasir di pasar modern
tidaklah menjunjung nilai kekeluargaan, akan tetapi hanyalah suatu tuntutan
pasar yang tunduk pada sistem kapitalisme.
Keberadaan pasar modern saat ini,
menimbulkan keprihatinan dan kegelisahan bagi para pedagang pasar tradisional
yang kini semakin kalah bersaing dengan keberadaan pasar ritel modern, baik
berupa mini market dan Mall yang tumbuh subur di perkotaan dan pedesaan. Bagi
para pedagang sendiri, keberadaan pasar modern berdampak pada jumlah permintaan
dan pendapatan yang diterima. Dengan banyak nya pasar modern saat ini,
kebanyakan masyarakat beralih kepada pasar modern, yang menyebabkan jumlah
permintaan barang dan jasa pada pasar tradisional menurun drastis.
Selain
itu, para pedagang di pasar tradisional juga mengalami permasalahan lain. Kurang
berpihak nya pemerintah terhadap pasar tradisional menjadi salah satu sebab
menurunnya fungsi pasar tradisional saat
ini. Para pedagang harus membayar berbagai iuran dan retribusi yang
tinggi. Namun, uang retibusi yang dibayarkan oleh pedagang ke Pemda tersebut,
tidak dikembalikan lagi ke pasar tradisional. Hal tersebut yang menjadi
penyebab kondisi lingkungan pasar yang memprihatinkan.
Peran
pasar sebenarnya sangat vital bagi perekonomian nasional. Selain menjadi
pondasi dasar perekonomian, pasar tradisional juga mampu digunakan untuk
memaksimalkan hasil bumi dan laut yang dikelola para petani dan nelayan.
Tentunya saat ini keberadaan pasar harus benar-benar diperhatikan terutama
mengenai kesiapan dalam menyambut era globalisasi. Jika tidak, maka kedepannya
pasar akan kalah dengan keberadaan pasar modern.
Jika
hal ini terus dibiarkan, maka pasar tradisional akan kehilangan fungsinya dan
kemungkinan akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Para pedagang kecil
akan sulit bersaing dan kehilangan mata pencahariannya. Hal ini akan menyebabkan
hilangnya lapangan pekerjaan, serta naiknya angka kemiskinan dan pengangguran.
Untuk
menghidupkan kembali pasar tradisional sebagai aspek vital perdagangan, maka
diperlukan upaya pemerintah dengan memberikan penataan dan manajemen yang baik.
Pasar harus mampu menjadi area transaksi perdagangan dengan manajemen yang jauh
lebih baik dari sekarang. Mulai dari manajemen suplai barang agar lebih
lengkap, kebersihan dan kenyamanan, dan pasar dijadikan sebagai area yang mampu
membuat masyarakat untuk datang.
Selain dari pihak pemerintah, untuk mengatasi makin
merajalelanya pasar modern yang memonopoli perekonomian Indonesia tersebut dari
pihak pedagang sendiri perlu adanya langkah nyata dari pedagang pasar agar
dapat mempertahankan pelanggan dan keberadaan usahanya. Para pedagang di
pasar tradisional harus mengembangkan strategi dan membangun rencana yang mampu
memenuhi kebutuhan dan tuntutan konsumen sebagaimana yang dilakukan pasar
modern.
Perlindungan pasar tradisional bisa dilakukan karena aturan
pembangunan pasar harus mengacu pada tata ruang dan wilayah yang sudah dimiliki
Pemda. Termasuk pengucuran kredit usaha rakyat kepada pedagang tradisional.
Perbaikan kinerja ritel tradisional perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan
memperbaiki bangunan pasar tradisional, serta pemberdayaan pedagang kecil dan
peritel tradisional melalui berbagai program.
Kesimpulannya, pasar tradisional merupakan pondasi
perekonomian masyarakat yang layak untuk dipertahankan eksistensinya dan dikembangkan
agar tidak hilang semata karena hadirnya pasar modern. Pemerintah seyogyanya
ikut berperan aktif dalam menghidupkan kembali pasar tradisional untuk menjaga
nilai-nilai kearifan lokal yang sudah identik dengan masyarakat Indonesia.
Rujukan
:
Komentar
Posting Komentar