Peranan Pasar Tradisional di Masa Kini
Pesatnya
pembangunan pasar modern dirasakan oleh banyak pihak berdampak terhadap
keberadaan pasar tradisional. Dengan sarana dan prasarana yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan pasar
tradisional, membuat masyarakat berbondong-bondong beralih ke pasar modern,
terutama golongan menengah ke atas. Meskipun harga yang ditawarkan pasar modern
biasanya relatif lebih mahal daripada harga yang ditawarkan di pasar
tradisional, masyarakat tetap lebih memilih pasar modern dikarenakan alasan kebersihan
dan kualitas barang serta pelayanan yang nyaman dibandingkan pasar tradisional
yang identik dengan kesan becek dan kumuh.
Irman
Gusman, dalam acara Dialog "Forum Senator untuk Rakyat" hari Minggu,
17 Mei 2015 di Bakoel Koffie, Cikini, berpendapat bahwa untuk dapat
merefleksikan ekonomi kerakyatan, pemerintahan harus mendasarkan pada rakyat,
salah satunya adalah pasar tradisional. Keberpihakan terhadap pasar tradisional
dapat menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. "Saat ini pertumbuhan
(ekonomi) terdapat pada beberapa elite ekonomi saja, pertumbuhan ekonomi kita
hanya semu", ujar Irman saat menjelaskan mengenai kondisi ekonomi yang
kurang berpihak pada rakyat.
Jika
dilihat dari sisi nilai budaya, pasar tradisional lebih memiliki nilai-nilai
dan kearifan lokal daripada pasar modern. Di pasar tradisional, pembeli bisa
melakukan tawar menawar kepada para penjual yang sering diselingi dengan
percakapan lain yang menambah aroma kekeluargaan dalam proses jual beli ini.
Untuk sesama pedagang sendiri, jika ada pelanggan yang menginginkan barang
tertentu tetapi keberadaan stock yang sudah habis, sesama penjual bahkan bisa
meminjam barang yang di inginkan pelanggan tanpa ada rasa iri ataupun dengki.
Nilai-nilai kearifan lokal ini tak bisa kita temukan di pasar modern, dimana
pasar model seperti ini tidak memberikan kepuasan nilai budaya kepada para
pelaku ekonomi tersebut. Mereka hanya datang, memilih, membayarkan uang mereka
kepada kasir, dan pulang. Tanpa ada interaksi lebih dalam lagi antara sesama
pembeli atau penjualnya. Faktanya, senyuman para karyawan dan kasir di pasar
modern tidaklah menjunjung nilai kekeluargaan, akan tetapi hanyalah suatu
tuntutan pasar yang tunduk pada sistem kapitalisme.
Keberadaan pasar modern saat ini,
menimbulkan keprihatinan dan kegelisahan bagi para pedagang pasar tradisional
yang kini semakin kalah bersaing dengan keberadaan pasar ritel modern, baik
berupa mini market dan Mall yang tumbuh subur di perkotaan dan pedesaan. Bagi para
pedagang sendiri, keberadaan pasar modern berdampak pada jumlah permintaan dan pendapatan
yang diterima. Dengan banyak nya pasar modern saat ini, kebanyakan masyarakat
beralih kepada pasar modern, yang menyebabkan jumlah permintaan barang dan jasa
pada pasar tradisional menurun drastis.
Selain
itu, para pedagang di pasar tradisional juga mengalami permasalahan lain. Kurang
berpihak nya pemerintah terhadap pasar tradisional menjadi salah satu sebab
menurunnya fungsi pasar tradisional saat
ini. Para pedagang harus membayar berbagai iuran dan retribusi yang
tinggi. Namun, uang retibusi yang dibayarkan oleh pedagang ke Pemda tersebut,
tidak dikembalikan lagi ke pasar tradisional. Hal tersebut yang menjadi
penyebab kondisi lingkungan pasar yang memprihatinkan.
Peran
pasar sebenarnya sangat vital bagi perekonomian nasional. Selain menjadi pondasi
dasar perekonomian, pasar tradisional juga mampu digunakan untuk memaksimalkan
hasil bumi dan laut yang dikelola para petani dan nelayan. Tentunya saat ini
keberadaan pasar harus benar-benar diperhatikan terutama mengenai kesiapan
dalam menyambut era globalisasi. Jika tidak, maka kedepannya pasar akan kalah
dengan keberadaan pasar modern.
Rujukan
:
http://www.banyumaskab.go.id/read/16292/menjamurnya-pasar-modern
Komentar
Posting Komentar